Provinsi Riau

currency converter
Buku Tamu

Selamat Datang

     H.FADLAH SULAIMAN,SH,MM

    KETUA RIAU TOURISM BOARD

 " Terimakasih atas pilihan anda

        berkunjung ke Riau "

Visitors
RSS Feed

Tempat - tempat wisata di Kabupaten Rokan Hulu

Wisata Air

Water Recreation

 

Wisata Air. Sungai Rokan Kiri yang mengalir melintasi Kota Ujungbatu merupakan salah satu potensi wisata air deras, atau wisata petualangan dengan menggunakan speedboat ke hulu sungai yang deras dengan tebing-tebing sungai yang cadas sekaligus dapat menyaksikan hutan sekunder disepanjang sungai, sambil melihat kehidupan tepi sungai. Sekitar 1 jam perjalanan kita akan menjumpai air terjun Hujan Lobek di tebing sungai, di hulu sungai ada dua air terjun yang cukup tinggi yaitu air terjun Sungai Murai dan air terjun Sungai Tolang.   

Water Recreation. Rokan Kiri river flows through Ujung Batu City. It has got a lot potential for white water activities or activities like adventure and hiking by using boat to the end of the river.  We can see the forest throughout the river. Visitors can see all kinds of living things in the one hour journey. There is also waterfall that is called Hujan Lobek at the side of the river. There are also very high waterfall which is Murai river waterfall and Tulang river waterfall.

Air Terjun Aek Martua

Aek Martua Waterfall

 

Air Terjun Aek Martua terletak di Kecamatan Bangun Purba merupakan air terjun bertingkat-tingkat, sehingga sering pula disebut air terjun tangga seribu, dapat ditempuh melalui jalan darat, kira-kira 2/3 dari bawah terdapat kuburan pertapa Cipogas dengan air terjun yang bertingkat-tingkat dan sungguh mengagumkan untuk dinikmati.

Aek Martua waterfall is situated in the district of Bangun Purba. This waterfall has many steps. It is also known as waterfall with a thousands steps. It can be reached by road about 2/3 from the bottom where Pertapa Cipogas cemetery. The waterfall with it is many steps is truly amazing. mass number of people and good facilities. It provides good adventure

Sumber Air Pawon

Pawon Spring

 

Air Terjun Aek Martua terletak di Kecamatan Bangun Purba merupakan air terjun bertingkat-tingkat, sehingga sering pula disebut air terjun tangga seribu, dapat ditempuh melalui jalan darat, kira-kira 2/3 dari bawah terdapat kuburan pertapa Cipogas dengan air terjun yang bertingkat-tingkat dan sungguh mengagumkan untuk dinikmati.

Aek Martua waterfall is situated in the district of Bangun Purba. This waterfall has many steps. It is also known as waterfall with a thousands steps. It can be reached by road about 2/3 from the bottom where Pertapa Cipogas cemetery. The waterfall with it is many steps is truly amazing. mass number of people and good facilities. It provides good adventure

Goa Huta Sikafir

Huta Sikafir Cave

 

Goa Huta Sikafir berada sekitar 1 km dari sumber air pawan, kita akan menjumpai hutan dengan kayu-kayu besar, yang dililiti oleh urat-urat kayu hawa (Sulur). Di dalam kawasan hutan seluas 6 hektar inilah terdapat 41 goa-goa besar dan kecil, yang setiap goa memiliki nama yang sesuai dengan kondisi goa, seperti contoh goa landak, goa ini seperti lobang sarang landak, goa tupai seperti parit yang panjang tidak terlalu sempit. Dari sekian banyak goa yang terkenal keindahannya ialah Goa Mata Dewa dan Goa Lepong, serta Goa Kulam. Goa-goa ini cukup membuat anda lelah berpetualang didalamnya bersama pemandu yang telah siap melayani jasa pramuwisata di Huta Sikafir.

Huta Sikafir Cave . It is one hour from Pawan Spring. The forests have huge trees. In this forest area that is 6 hecter, there are 41 big and small caves each with names that describe its features. For example goa landak (porcupine cave) looks like porcupine hole. Some of the beautiful caves are Mata Dewa cave, Lepong cave and Kulam cave. These caves will give visitors a challenging and tiring trip with the tour guide in Huta Sikafir.

Rumah Batu Serombou

Serombou Stone House

 

Rumah Batu Serombou terletak di desa Serombou Indah sekitar 12 km dari jalan propinsi dengan kondisi jalan dapat dilalui kendaraan roda empat pada musim kemarau. Terdapat 3 batu berbentuk rumah secara radial menonjol keluar seperti payung, bagian bawah menjorok berlobang, hutan dan bebatuan yang berbentuk binatang serta benda-benda rumah yang terlihat tidak jelas dan nyata (gejala alam yang beraturan). Dikisahkan sebuah dongeng tentang sumpah seorang yang sakti terhadap kampung yang durhaka tidak menjalankan syariat Islam hingga satu kampung disumpah menjadi batu. Didekat daerah ini terdapat sebuah kampung yang terisolir dari modernisasi tempat ini dikenal orang dengan Desa Tanjung Botong.

Serombou Stone House located in Seroumbou village about 12 km from Jalan Propinsi it has a road that can be passed by cars during dry season. There are three rocks shaped like a house with a part protruding like umbrella. The lower part has a hole. There is a rock shaped like animal and also home furniture can be seen quite clear. According to legend a powerful person curse the village that did not follow Islam to be turned to stone. Near to this area is a village that is isolated from modernization. This place is known as Tanjung Botong village

 

 

Sungai Bungo

Bungo River

Sungai Bungo adalah sebuah kampung dikaki bukit Hadiantua dengan penduduk sekitar 30 KK dengan pencaharian penduduk berkebun, berladang, serta meramu hutan. Daerah yang asli perkampungan tanpa pengaruh modernisasi dan terisolir sekitar 1 jam perjalanan dari bendungan Cipogas. Tempat ini cocok dijadikan Ecotourism, dimana segala kegiatan yang memiliki sifat menjauhkan diri dari keramaian dan tidak menuntut fasilitas yang baik, sifat berpetualang dan berkemah dipinggir kampung, serta melihat rutinitas masyarakat.

Bungo River is a village at the foot of Hadiantua hill with a population of  30.000. Their main source of income comes from farming, harvesting crops and forestry. This area is in its original state without any modern influence and is about 1 hour from Cipogas dam. This area is ideal for Ecotourism. It is good for camping, hiking and just being away from

Istana Rokan

Rokan Palace

 

Istana Rokan (Rumah Tinggi) terletak di Desa Rokan IV Koto kira-kira sekitar 46 km dari Pasirpengaraian. Istana Rokan adalah peninggalan dari kesultanan “Nagari Tuo” berumur 200 tahun. Istana dan beberapa rumah penduduk sekitar ini memiliki koleksi ukiran dan bentuk bangunan lama khas Melayu (Rumah tinggi).

Rokan Palace . It is located in Rokan VI Koto Village about 46 km from Pasirpengaraian. Rokan Palace was left behind from the kingdom “Nagari tuo” about 200 years ago. The palace and a few houses in that area have a unique collection of carving and the design which is uniquely Malay.

 

Cipogas Bendungan Kaiti

Cipogas Kaiti Dam

 

Cipogas, Bendungan Kaiti terdapat batu-batuan yang besar dengan aliran sungai dari kaki Bukit Haorpit yang terjal dan berbatu, konon dahulu kala tempat petua-petua melakukan semedi/pertapaan. Daerah ini memiliki cerita/dongeng yang dapat kita tanyakan kepada juru kunci daerah ini. Daerah Cipogas dan Bendungan Kaiti dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua sekitar 4 km dari Pasirpengarayan serta bersimpangan dengan objek Air Panas Pawan dan Goa Huta Sikafir, disamping itu bendungan yang genangan airnya menjadikan tempat ini cocok untuk berekreasi sambil mendayung kereta air yang dapat disewa kepada pemilik kereta air di sekitar danau, kegiatan ini lebih cocok untuk melihat tebing batu-batu sungai sepanjang danau ke hulu Sungai Cipogas, di hulu sungai ini tidak jauh berjalan ada tebing yang terjal untuk kegiatan panjat tebing, di sini selalu dijadikan kegiatan pertandingan panjat tebing alam yang diselenggarakan oleh FPTI.

Cipogas,  Kaiti Dam. Huge rocks with river flowing from Haorpit hills that is steep and rocky was said to be a place for meditating. This area has a legend that we can ask the guardian of the area. Cipogas area and Kaiti dam is accessible by motorbike. It is about 4 km from Pasirpengaraian. Water releases from the dam make it suitable for recreation. You can rent the water cycle. This activity will allow you to see the rock by the river bank from one end of the river to Cipogas river. You can also do rock climbing and there is a competition organized by FPTI.

Makam Raja-Raja Rambah

Rambah Kings Tomb

  Makam Raja-Raja Rambah terletak di Desa Kumu sekitar 9 Km dari Pasirpengaraian dan masuk sekitar 100 meter dari jalan propinsi dengan kondisi jalan semenisasi. Daerah ini adalah bekas Kompleks kerajaan Rambah yang terakhir, terdapat beberapa makam Raja Rambah yang terkenal. Masuk ke tempat ini berkesan suasana angker dikarenakan makam-makam telah ditumbuhi kayu-kayu besar, ada salah satu makam raja Rambah yang dilindungi oleh urat-urat kayu ara sehingga makam tersebut seperti terletak di dalam pangkal kayu sehingga para peziarah melihat makam harus merunduk masuk kedalam jalinan urat kayu ara tersebut.

Rambah Kings Tomb. It is located in Kumu Village about 9 km from Pasirpengaraian and it is about 100 meters from Jalan Propinsi. This used to be the last King of Rambah Complex. There are a few tombs of the famous of kings of Rambah. This area is quite spooky because the tombs have huge trees growing from

 

Benteng Tujuh Lapis

Seven Layers Fort

Benteng tujuh lapis berada di desa Dalu-dalu, Kecamatan Tambusai sekitar 23 km dari makam raja-raja Rambah. Benteng tanah yang dibuat masyarakat dalu-dalu pada zaman penjajahan Belanda, atas petuah Tuanku Tambusai di atas bumbun tanah ditanam bambu atau aur berduri. Bekas benteng tersebut yang ditinggalkan Tuanku Tambusai pada tanggal 28 Desember 1839. Di sekitar daerah dalu-dalu ini juga terdapat beberapa benteng-benteng yang disebut Kubu.

Seven Layers Fort is located in  Dalu-dalu village, Tambusai district about 23 km from kings of Rambah tombs. This wall made from soil were built by the community during the Dutch occupation based on advise from Tuanku  Tambusai on the top of wall there bamboo or thorns. Throughout this area, there are a few walls that are called Kubu (fortress).

Taman Nasional Bukit Suligi

Bukit Suligi National Park

 

Taman Nasional Bukit Suligi memiliki jenis flora dan fauna yang dilindungi oleh pemerintah, ada danau yang indah di dalam taman ini  yang dijadikan sebagai tempat rekreasi bagi masyarakat yang berkunjung. Selain berekreasi tempat ini dijadikan tempat penelitian biologi yang membuat tempat ini menarik. Terdapat sumber air panas yang tidak terlalu besar serta goa-goa dan seramnya hutan yang lebat. Dan bagi penggemar adventure tourism seperti arung jeram juga ada disini. Bagi para wisatawan yang ingin bermalam ditempat ini disediakan camping ground.

Bukit Suligi National Park has unique flora and fauna that are protected by government. There is a beautiful lake in the park that is used for recreation by the visitors. Apart from recreation this place is also used for biological research. There is also hot spring that is not too big, cave and thick forest for those who one to stay overnight there is a camping ground available

 

Mesjid Tua Kunto Darussalam

Kunto Darussalam Old Mosque

 

Mesjid Tua Kunto Darussalam terletak sekitar 62 km dari Pasirpengaraian yang didirikan pada tahun 1937 oleh R.T. Muhammad Alie, dan terdapat 3 makam ahli Suluk (Khalifah) Tengku Imam Khalifah Muda dan Imam Nawawi. Mesjid Tua Kunto Darussalam ini sebagai pusat Tarkat Na’syahbandiyah, dalam perkembangan selanjutnya dibangun “bangunan suluk” pada tahun 1958.

 

 

Kunto Darusallam Old Mosque is located about 52 km from Pasipengaraian. This old mosque was built in 1937 by R.T. Muhammad Ali and there are 3 tombs religious people who are Tengku Imam, Kalifah Muda, Imam Nawawi. This mosque was used as a centre of “Tarkat Na’syahbandiyah” in the development after ‘Suluk Building’ in the year 1958.

Sat, 24 Jul 2010 @14:02

Copyright © 2012 PT SITEKNO · All Rights Reserved